
WASIS WAHYUDI
ZIARAH - Puluhan anggota LSM mengadakan jiarah kubur di makam taman Pahlawan Bhakti Wiratama sambil mementaskan aksi teatrikal buaya dan cicak.
*) Beber Aksi Teatrikal Cicak Versus Buaya
KAJEN – Menggunakan momentum peringatan Hari Pahlawan, LSM Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FMPB) dan GOST Sapugarut, menggelar aksi keprihatinan Selasa (10/11) kemarin.
Mereka menabur bunga di Taman Makam Pahlawan dan juga mengutuk kriminalisasi KPK yang kasusnya sedang diusut saat ini. Mereka juga membawa berbagai alat untuk teaterikal, seperti boneka buaya dan cicak.
Selain itu, mereka juga membawa poster isi mengenai ungkapan mengecam korupsi. Juga dilengkapi dengan bendera merah putih berukuran besar. Pemimpin aksi memakai pakaian serba hitam dan memakai caping.
Aksi para anggota LSM di taman makam Pahlawan diisi dengan tahlilan dan membaca puisi. Ziarah di taman makam Pahlawan dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB.
Isi poster antara lain, “Wahai penegak hukum, jangan suguhkan sandiwara hukum untuk rakyat negeri ini.” “Bersihkan jual beli kasus hukum, ganyang mafianya.” “Hukum jangan kalah karena tangisan dan air mata.” “Untuk apa tangisan dan air mata, kalau penegak hukum tetap menjadi sandiwara.” “Jangan bohongi rakyat dengan kekuasaanmu.”
Setelah selesai memanjatkan doa tahlil dan membacakan puisi, dilanjutkan tabur bunga tepat di pusara para pahlawan. Juga dilakukan teatikral buaya yang memakan uang serta puluhan cicak hanya melihat. Uang berupa lembaran Rp 50 ribuan serta uang monopoli.
Buaya setelah kenyang memakan uang tersebut mulutnya diikat. Serta puluhan cicak hanya bisa melihat penderitaan buaya. Buaya yang terikat, di arak menuju Kejari Kabupaten Pekalongan.
''Perjalanan ke Kejari mengarak boneka cicak dan buaya yang sedang berseteru. Setelah sampai di Kejari selanjutnya, boneka buaya dihadiahkan Ke Kajari,'' kata Koordinator aksi, Mustofa Amin.
Aksi teatikral pun dilakukan kembali di depan gedung Kejari dengan memberi makan boneka buaya dengan uang mainan anak-anak. Rombongan aksi LSM diterima bagian Kepala Seksi Intelejen, karena Kajari sedang tugas keluar kota.
Perwakilan satu orang koordinasi aksi LSM masuk ke gedung Kejari. Untuk menyampaikan tujuan aksi.
Di ruang Kepala Seksi Intelejen menyampaikan sikap LSM meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) serius mengungkap berbagai dugaan kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Pekalongan. Selain itu, tuntutan Kajari harus segera menyelesaikan semua kasus yang ada di Kabupaten Pekalongan. ''Kajari harus menyelesaikan kasus yang selama ini diparkir di Kejari,'' jelasnya.
Anggota LSM selama mengadakan aksi dengan tutup mulut, hanya memainkan buaya sedang makan uang. Puluhan cicak yang berbaris hanya melihat saja, karena ketidakberdayaan.
''Karena itu tidak ada gunanya lagi bersuara, lebih baik kami anggota LSM tutup mulut saja. Ini merupakan simbol ketertindasan yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aksi ini, sebuah sikap keprihatinan dengan penegakan hukum selama ini,'' ujarnya.
Anggota LSM yang berjumlah sekitar 15 orang membubarkan diri setelah pimpinan koordinator keluar dari gedung Kejari. (ap1)
SUMBER: http://radar-pekalongan.com/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar